MEDIA INFORMASI KABUPATEN JEMBRANA

Sunday, April 19, 2026

 

Pengembangan Unit Usaha BUMDes Panca Danartha Mandiri Desa Pengeragoan ,Kec.Pekutatan,Kab.Jembrana Bali.

#Tanggun Deso

 

 Desa Pengeragoan – Upaya penguatan ekonomi desa terus dilakukan oleh BUMDes Panca Danartha Mandiri Desa Pengeragoan melalui pengembangan unit usaha baru berupa coffee shop bernama Tanggun Deso. Usaha ini memanfaatkan potensi strategis wilayah yang berada di perbatasan antara Kabupaten Jembrana dan Kabupaten Tabanan, tepatnya di jalur utama Jalan Denpasar–Gilimanuk yang ramai dilalui masyarakat.

Direktur BUMDes Panca Danartha Mandiri menyampaikan bahwa pendirian Tanggun Deso bukan sekadar usaha kuliner, tetapi juga bagian dari strategi pemanfaatan potensi lokal desa. Lokasi yang berada di jalur lintas provinsi menjadikan kawasan ini sebagai titik ideal bagi pengguna jalan untuk beristirahat sejenak, sekaligus menikmati suasana pedesaan yang asri.

“Setiap hari, ribuan kendaraan melintasi jalur Denpasar–Gilimanuk. Ini menjadi peluang besar bagi desa untuk menghadirkan tempat singgah yang nyaman, dengan konsep lokal yang kuat,” ujarnya.

Coffee shop Tanggun Deso dirancang dengan konsep tradisional-modern, mengangkat kearifan lokal Desa Pengeragoan. Selain menyediakan berbagai jenis kopi lokal Bali, tempat ini juga menawarkan aneka makanan ringan khas desa. Tidak hanya itu, pengelola juga melibatkan masyarakat setempat dalam operasional usaha, mulai dari tenaga kerja hingga penyedia bahan baku.

Pengembangan unit usaha ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat desa, seperti peningkatan pendapatan, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan perputaran ekonomi lokal. Selain itu, keberadaan Tanggun Deso juga diharapkan menjadi ikon baru di wilayah perbatasan Jembrana–Tabanan.

Pemerintah desa setempat mendukung penuh inovasi ini sebagai bagian dari pengembangan BUMDes berbasis potensi desa. Ke depan, BUMDes Panca Danartha Mandiri berencana untuk terus mengembangkan unit usaha lainnya yang terintegrasi, seperti penjualan produk UMKM lokal dan layanan rest area terpadu.

Dengan langkah ini, Desa Pengeragoan menunjukkan bahwa pengelolaan BUMDes yang kreatif dan berbasis potensi wilayah mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan

Menu Tradisional Jaje Laklak Bali












Friday, April 17, 2026

 

PEMERINGKATAN BUMDES 2026

KABUPATEN JEMBRANA BALI

Bumdes.kemendesa.go.id/pemeringkatan

 

Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal kembali memperkuat peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) melalui program Pemeringkatan BUMDes Tahun 2026. Program ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pengelolaan usaha desa agar lebih profesional, transparan, dan berdaya saing.

Pemeringkatan BUMDes dilaksanakan berdasarkan pedoman dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Republik Indonesia, yang bertujuan untuk mengukur kinerja serta perkembangan BUMDes di seluruh Indonesia. Penilaian mencakup 7 aspek, antara lain kelembagaan,Manajemen, usaha ,Administrasi,Permodalan,Kemitraan dan manfaat bagi masyarakat serta kontribusi terhadap pembangunan desa.

Dalam pelaksanaannya, BUMDes akan diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori, seperti Pemula, rintisan, berkembang, maju, Klasifikasi ini menjadi acuan bagi pemerintah daerah dan pendamping desa dalam memberikan pembinaan yang tepat sasaran.

Tahun 2026, pemeringkatan diharapkan tidak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga mendorong inovasi usaha desa. Banyak BUMDes mulai mengembangkan unit usaha berbasis potensi lokal seperti perdagangan sembako, pengelolaan wisata desa, hingga usaha perikanan dan pertanian terpadu.

Selain itu, digitalisasi juga menjadi fokus penting dalam pemeringkatan tahun ini. BUMDes didorong untuk memanfaatkan teknologi dalam pengelolaan keuangan, pemasaran, serta pelayanan kepada masyarakat, sehingga mampu bersaing di era ekonomi digital.

Tenaga Pendamping Profisional (TPP) memiliki peran strategis dalam memastikan proses pemeringkatan berjalan optimal. Mereka membantu BUMDes dalam menyiapkan dokumen, melakukan evaluasi internal, serta meningkatkan kapasitas pengelola.

Dengan adanya Pemeringkatan BUMDes 2026, diharapkan seluruh BUMDes di Indonesia, termasuk di Kabupaten Jembrana, mampu meningkatkan kinerja dan memberikan dampak nyata terhadap perekonomian desa. Program ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan

.Bersama Dinas PMD Kab.Jembrana melakukan pendampingan dan pembinaan dalam pemeringkatan Bumdes dan Bumdesma LKD

#TPP Kerja Berdampak








  Pengembangan Unit Usaha BUMDes Panca Danartha Mandiri Desa Pengeragoan ,Kec.Pekutatan,Kab.Jembrana Bali. #Tanggun Deso    Desa  Peng...